Beranda / Berita / FMIPA Temukan Teknik Dulang Emas Tanpa Merkuri

FMIPA Temukan Teknik Dulang Emas Tanpa Merkuri

FMIPA Temukan Teknik Dulang Emas Tanpa Merkuri

Meningkatnya intensitas pencemaran merkuri di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat sebenarnya bisa diatasi dengan tak harus menggunakan merkuri pada proses mendulang/pemisahan emas yang selama ini dilakukan para penambang tradisional di kedua kabupaten itu. Solusi itu dipastikan bisa dilakukan seperti disarankan akademisi Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNSYIAH, Banda Aceh.

Sekretaris Program Studi Kimia FMIPA UNSYIAH, Dr. Muliadi Ramli M.Sc dalam siaran persnya yang diterima Serambi, Rabu (26/10), mengatakan pihaknya dapat memberikan alternatif untuk proses pemisahan emas yang ramah lingkungan. Menurutnya, sejak tahun 2009 Program Studi Kimia UNSYIAH telah menemukan metode pengolahan/pemisahan emas tanpa merkuri dan ramah lingkungan.

Metode yang kami temukan ini persentase perolehan emasnya jauh lebih tinggi dibandingkan metode yang menggunakan merkuri dan sianida

Dr. Muliadi Ramli, M.Sc (Sekretaris Program Studi Kimia)

Metode itu, menurut Muliadi dapat diaplikasikan bagi penambang perseorangan maupun kelompok seperti koperasi dan badan usaha lain. Untuk itu, lanjut Muliadi, pihaknya meminta Pemkab Aceh Selatan dan Aceh Barat dapat segera menghentikan penggunaan merkuri dan beralih ke metode prosesing yang ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif bagi para pengolah maupun masyarakat di wilayah pengolahan tersebut.

Alasan kuat untuk penghentian pemakaian merkuri dalam proses pengolahan itu, tambahnya, karena beberapa penelitian di Aceh pencemaran lingkungan oleh merkuri telah menunjukkan angka yang memprihatinkan dan jauh di atas batas toleransi yang telah dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Menteri Kesehatan. (rel/ari)


Sumber: Serambi Indonesia